the Hunger Games #3: mockingjay

Namaku Katniss Everdeen. Umurku tujuh belas tahun. Rumahku di Distrik 12. Aku ikut Hunger Games. Aku melarikan diri. Capitol membenciku. Peeta dijadikan tawanan. Dia dianggap sudah tewas. Kemungkinan besar dia tewas. Mungkin yang terbaik baginya jika dia tewas..

Peeta ditawan, Distrik 12 hancur, apalagi kira kira yang akan dilakukan Presiden Snow pada Katniss hingga ia puas. Tapi Distrik 13 menjanjikan peluang. Bahwa mereka masih bisa bangkit. Melawan kekuasaan tak terbantahkan Capitol.Membuat mereka membayar semua yang telah mereka ambil. Dengan api dalam dirinya, Katniss masih menjadi gadis yang terbakar. Dan kali ini, ia akan memastikan Presiden Snow ikut terbakar bersamanya..

Much more darker than before. i dont know if i like this third book or not. But i’m happy Suzanne wrote it like this.
aku ngerti sih banyak yang ga suka sama buku yang ketiga. soalnya semua tokohnya kaya berubah dalam semalam. karakter Katniss yang selalu kita puja-puja karna kekuatannya tiba-tiba jadi sangat lemah dan depresi *mode on*. well, kebayang Bella yang ikut Hunger Games.. aku bahkan ga sanggup merangkai kata-kata sarkasme buat ngegambarin itu..fuuufufu..

lalu pas liat Peeta,


ya ampun..mau nangis rasanya liat peeta jadi kaya gitu.
*give me back my Peeta*
trus Gale juga koq dibuat jadi sejahat itu sihhh..hu3 i dont hate gale. i just dont like him. and i dont want to hate him.

well, kita mulai dari bagian yang mengecewakan dulu:
1. yang buat aku kecewa banget adalah buku ini ga adil banget buat Gale. dia bisa tiba-tiba jadi ga berperasaan kaya gitu. dan sedih banget ga sih, kalo persahabatan dia sama katniss putus? mereka udah saling menjaga bertahun-tahun dan tiba2 terputus gitu aja..hu3
2. perubahan Peeta mungkin salah satu yang bikin buku ini nyesek banget. Peeta yang selalu jadi “terlalu baik” sekarang bisa membenci seseorang sedalam itu. gara-gara itu, romance nya tiba-tiba jadi dikit banget disini..
3. Ya ampunn.. kenapa semuanya mati disini?!!! Cinnaa..Finnick..Primmm..NOOO..

agak kaget pas Prim mati, padahal aku udah mulai kagum banget sama karater Prim yang dewasa banget. awalnya aku mikir, koq Prim ga pernah bilang makasih ya ke Katniss, then i realize.. no words can describe Prim ‘Thank’ for Katniss. Hubungan mereka lebih dalam dari yang bisa kita bayangkan.
4. dibanding buku satu ato dua menurutku buku ini jauh lebih sadis. cara Peeta ngegambarin Darius dan avox rambut merah mati itu ngeri banget. Cara mereka nyiksa Johanna juga ga kalah ngeri.. by the way, I Love Johanna!

sekarang pindah ke bagian yang bagusnya:
1. biarpun aku beci Peeta berubah, tapi aku setuju kalo ceritanya harus seperti itu. coba kalo peeta ga di hijacked, Katniss ga akan pernah suka sama Peeta sebesar Peeta suka sama dia. Pembaca sampe akhir akan selalu inget kalo Peeta lah yang cinta setengah mati sama Katniss. makanya aku setuju banget pas Gale bilang kalo dia malah ga akan bisa sama Katniss kalo Peeta ga sembuh. Karna justru pas Peeta sakitlah hati Katniss sepenuhnya buat Peeta dan dia bakal ngerasa bersalah kalo sama Gale. Semua ini bikin mereka jadi seimbang.
2.i like the fact that Katniss and Peeta were both hurt and they manage to continue their life. it really represent what this novel try to tell us..That everybody’s hurt but there’s always hope that life could be better. and the ending is just perfect…huaaaaaa =’)) i mean it! PERFECT! sampe merinding rasanya. dan sekarang “real or not real” bakal identik banget sama Peeta. walaupun aku kesel ternyata peeta juga pake kata-kata “always” itu kan trade marknya Snape.
3. aku suka deh Coin mati..he3..cara men-twist villainnya juga bagus. dari Snow tiba2 Coin.

5.4/5 karena Peeta =(
arghh..i hate that this is the last book. hu3
this series is AWESOME, real or not real?..

here’s some update for the film:

Presiden Snow..cocokkk!!

wow..i dont know that Alexander Ludwig is that tall..

the boy with the bread =))

District Symbol

haaahahaha…

shut up and take my money!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s