Five People You Meet in Heaven

“All endings are also beginnings. We just don’t know it at the time.”

pernah berpikir akan seperti apa surga itu? well rasanya sangat sedikit manusia yang masih hidup yang tau seperti apa wujud surga. Diluar konsep keagamaan apapun yang kita anut, di buku ini, mitch memberikan konsep yang sangat menarik tentang surga. Surga dalam buku ini berupa suatu moment paling membahagiakan dalam hidup kita (atau yang paling bahagia yang bisa kita bayangkan) yang tidak akan pernah habis habis.. pernah mengalami momen bersama kelurga atau pasangan dan kau berharap waktu berhenti pada saat itu sehingga rasa bahagia itu tidak akan pernah berhenti? seperti itulah surga yang digambarkan mitch albom.

jadi intinya setiap orang memiliki surganya masing masing.
tapi sebelum mereka masuk ke surganya masing masing. mereka akan terlebih dahulu melakukan kunjungan singkat ke surga surga 5 orang lainnya. uniknya, kelima orang ini memiliki benang merah dengan mereka entah mereka mengenalnya atau tidak.

ceritanya diawali dengan kematian si tokoh utama.Eddie yang merupakan veteran perang yang kini bekerja sebagai pengurus bianglala di sebuah Theme Park.
setelah ia mati,ia tidak langsung pergi ke surganya sendiri, tapi melewati kelima surga milik orang-orang yang memiliki hubungan dengannya. Disana ia akhirnya mengerti segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya.

“This is the greatest gift God can give you: to understand what happened in your life. To have it explained. It is the peace you have been searching for.

jadi, sebenernya ke lima surga itu bisa dibilang “Pembersihan” atau proses “Pemurnian” sebelum dia masuk ke surganya sendiri. Tempat ia melepas beban-beban hatinya yang selama ini ia sesali atau ia tidak mengerti kenapa hal itu terjadi. Pasti sangat lega rasanya kita bisa mengerti arti hidup kita dan kejadian-kejadian buruk yang menimpa kita.

di surga pertama ia belajar bahwa semua hal dalam dunia ini bertautan satu sama lain. Hidup kita dibentuk diatas kematian orang lain. Dan, seperti benang kusut, kadang kita tidak bisa melepaskan yang satu tanpa melukai yang lain. Aku rasa disurga ini juga dia belajar rasanya dimaafkan.

di surga kedua, sebenernya aku agak lupa, tapi suka banget bagian pas jendral/kolonel? nya menunjukkan kenapa dia milih tempat kematiannya sebagai surganya.

di surga ketiga ia belajar memaafkan. *Sedih banget yang bagian ini..siap2 tissue sekotak*

pertama aku mikir, koq dia ga langsung ketemu ayahnya aja sih? tapi ternyata ada hal2 yang mungkin ayahnya sendiri tidak mengerti. mungkin ayahnya tidak mengerti bagaimana ia terluka dan kemudian ia melukai hati anaknya. harus ada mata orang lain yang melihat secara objektif dan menjelaskan itu semua kepadanya. tapi aku seneng banget saat ia berhasil mengampuni ayahnya.

Aku suka Ruby Pier!

di surga keempat ia belajar untuk melepaskan kepergian orang yang dicintainya dengan ikhlas. dan bahwa kekuatan cinta jauh lebih kuat dari kematian itu sendiri. surga ini mungkin yang paling unik dari surga lainnya.

pada surga kelima, dan yang menurutkku pribadi mungkin yang paling penting adalah karena disinilah dia belajar untuk memaafkan dirinya sendiri. kadang memaafkan diri sendiri itu memang yang paling sulit kan? lebih dari memaafkan orang lain? *tambah tissue lima kotak*

karena sebelumnya udah baca Tuesday with Morrie-nya Mitch Albom dan ga selesai karena ga ngerti..he3 jadi agak ragu pas mau baca buku ini..tapi ternyataaaa..baguss bangettt!! walaupun buku-buku dengan nuansa kematian bukan genre favorit tapi five people you meet in heaven meninggalkan kesan yang sangat dalam.

well, ini memang hanya fiksi tapi salute sama mitch yang sangat sukses menggambarkan bagaimana perjalan hidup seseorang dalam suatu ilustrasi yang indah walau bernuansa kelam kematian.

after-read effect: Mata bengkak, merinding ga berenti2,galauuu, mikir bakal ketemu siap ntar di surga, bakal kaya apa surga gue ntar..ha3

One thought on “Five People You Meet in Heaven

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s