Faery Rebels #1: Knife

Dahulu kala, peri-peri di Oak memiliki sihir.Tapi Knife hanya dapat membayangkan hal itu lewat cerita-cerita dan buku yang ia baca.membayangkan begitu mudahnya membuat makanan, baju-baju dan mengusir gagak-gagak dengan satu bisikan halus. kini Oak telah kehilangan sihirnya. Seluruh kaum peri didalamnya kehilangan sihir yang menjadi inti sari mereka. perlahan tapi pasti, Keheningan telah menjangkiti mereka, mengurangi jumlah mereka hingga suatu saat nanti tidak akan ada lagi satu peripun yang mengisi ruang ruang dalam Oak.

dan semua peri sepakat dalam satu hal, semua itu disebabkan oleh manusia.
Knife juga mempercayai semua itu hingga ia bertemu paul. Manusia pertamanya. sesosok mahluk menakjubkan yang walaupun tidak dikaruniai sihir, dapat membuat keajaiban-keajaiban yang jauh lebih indah dari sihir. Paul bahkan tidak pernah tawar menawar saat ia memberikan kepada Knife pengetahuan terbaik yang bisa didapat peri manapun di Oak.
namun bagaimana dengan keheningan? akankah penyakit itu menjangkiti Knife karena ia sudah terlalu dekat dengan Paul

first, aku suka banget covernya! sejak pertama liat, buku ini emang eye catching banget.. it gets my number #2 vote for best cover after Emte’s cover for 13th tale!

isn’t it really good?

well, ide ceritanya sebenernya cukup bagus,lebih dari bagus malah, tentang para peri yang kehilangan kemampuan sihir mereka. pernah membayangkan mahluk sihir tanpa sihir? B-O-R-I-N-G. right. suasana di Oak memang membosankan banget buatku, bener-bener kaya kehidupan manusia biasa. tapi karena kayanya memang itu efek yang diinginkan, jadi bisa dibilang pengarangnya berhasil menggambarkan Oak tanpa sihir. dan tiba-tiba ada sosok Paul, manusia yang membantu Byrony..eh Knife, untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi pada Kaum peri di Oak. Mencari tahu mengapa hubungan manusia dan peri menjadi terkoyak dan apa sebenarnya yang menyebabkan keheningan. lumayan menarik menurutku.

jadi seharusnya novel ini bisa jadi lebih bagus.
seharusnya..
sayangnya, menurutku tokoh-tokohnya bisa lebih dikembangin lagi. Aku sebenernya suka sama Knife yang pemberani, mandiri dan jago bertarung. Tapi, rasanya ada yang kurang aja dengan karakter tokoh-tokohnya.
dan untuk sosok Paul ,emang ga bisa lebih dari itu, sih. karena dia emang digambarkan sebagai manusia yang masih terpuruk akibat kecelakaan yang ia alami. awalnya aku penasaran banget sama Ratu Amaryllis yang posisinya agak ga jelas dari awal tapi sayangnya rahasianya dia ga bikin “whoaahh” banget sih. dan ya ampuunn Knife kurang ajar banget sih sama Ratunya.. aku heran Amaryllis ga ngehukum hukum dia.

tapi aku suka banget rahasia-rahasia yang akhirnya diungkapin di buku ini. kaya rahasia Valerian, rahasia buku harian, rahasia ini dan itu..ha3
dan kaget juga sih soalnya aku rasa pengarangnya udah ngungkapin terlalu banyak rahasia padahal bukunya masih ada dua lagi.. tapi semoga jadi lebih bagus lagi nanti..

score : dari segi cerita 3,5 deh.. tambah cover, errr.. jadiii.. 4.00! ha3

which is really good for the first book of a series.

Ps. buku kedua sama ketiganya keluar ga sih di Indonesia? kaya ga pernah liat sih.. tapi sayangnya covernya jadi jelek bangett..=(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s