A Tree Grows in Brooklyn

Mary Frances Nolan memulai hidupnya di rumah susun kecil di sudut Williamsburg, Brooklyn. Walaupun terlahir memakai nama keluarga ayahnya, Francie adalah wanita Rommely sejati seperti ibunya. Kurus, miskin,memiliki  suara yang lembut bergetar dengan mata yang penuh ingin tahu dan hati yang setangguh baja. 

Francie kecil tahu kehidupan tidak terlalu sering tersenyum kepadanya. Selalu ada malam-malam dimana keluarga Nolan tidur dengan kelaparan. Selalu ada ketakutan mengenai kehidupan esok hari. Dan yang lebih menakutkan, selalu ada ketakutan mengenangi hari-hari setelah esok berlalu. Tapi selama ayahnya masih bernyanyi, selama ibunya masih membacakan Alkitab dan Shakespeare, dan selama Neeley, adiknya masih  berdiri bersamanya, ia tahu ia akan baik-baik saja.

Francie remaja mulai bertanya-tanya tentang banyak hal. Ia bertanya mengapa kebenaran tidak lagi indah untuk ditulis, kenapa kelaparan mereka tidak menghasilkan apa-apa, kenapa sesuatu yang dimulai dengan cinta yang lembut, bisa berakhir dengan anak haram yang dibenci, kenapa ibunya lebih menyayangi adiknya dibanding dirinya, kenapa semua orang membicarakan hal-hal yang tidak menyenangkan tentang ayahnya dan bibi Sissy yang baik.

kenapa? ia bertanya-tanya.

Francie dewasa mulai menyadari banyak hal. Ia menyadari bahwa New York yang diidam-idamkannya tidak seindah Brooklyn-nya, ia menyadari bahwa papanya tidak pernah meninggalkan mereka walau Francie tidak bisa melihatnya lagi, ia menyadari bahwa cinta ternyata begitu rumit namun juga begitu sederhana. dan yang paling penting, kini ia menyadi bahwa kehidupan telah memberinya pelajaran yang begitu berharga.

​Sepertinya pada awal abad ke 20, buku-buku semacam ini sangat populer. Ditengah perang yang berkecambuk, buku-buku tentang kisah kehidupan seorang gadis kecil yang dimulai dengan keterpurukan dan bagaimana kekuatan imajinasinya dan cinta membuatnya bertahan, bisa membangkitkan semangat banyak orang akanhari depan yang lebih baik. Baru baca Anne of Green Gables sama Pollyana sih.. tapi selain itu ada Little Woman dan seri Little house yang terkenal.

A Tree Grows in Brooklyn juga tidak jauh dari main-stream saat itu. Namun, ada yang sangat berbeda dengan buku ini. Buku ini sangat realistik. Tidak ada dongeng-dongeng tentang si tokoh utama miskin yang kemudian berhasil seperti Cinderella. Francie menjalani hidup yang berat namun tidak pernah ada kepastian bahwa segalanya bisa lebih baik. Mereka kelaparan namun tidak selalu ada makanan setelah itu. Mereka sedih tapi kadang tidak ada penghiburan setelah itu. Namun itulah warna kehidupan, itulah kenyataan yang harus kita semua terima.

Karena diceritakan seperti memoar, tidak ada alur mengejutkan yang mebuat pembacanya jungkir balik. Tapi, setiap kejadian diceritakan dengan sangat detail dan terperinci dan tokoh-tokohnya begitu kuat dan menarik sehingga sulit untuk tidak menyukai buku ini.

Aku pribadi entah kenapa suka banget dengan Ayahnya Francie, Johnny Nolan, dan sangat merindukan sosok Johnny saat ia sudah meninggal. Johnny yang tampan, lemah, menawan, dan tidak siap menghadapi bahwa kehidupan tidak seindah lagu-lagu yang ia nyanyikan. Sayang sekali ia harus dikenal sebagai pemabuk dan mengalami kematian yang tidak adil.

selain itu ada bibi Sissy yang walaupun tidak bisa membaca, melahirkan bayi yang selalu mati, dan bergonta-ganti teman tidur, tapi menjadi salah satu tokoh yang menurutku paling beruntung di akhir kisah.

Katie, Ibu Francie, sendiri bisa dibilang luar biasa, ia menghadapi semuanya dengan mental baja dan membuat keputusan tepat tanpa ragu-ragu.Tekadnya untuk membuat anak-anaknya jauh melebihi dirinya lewat pendidikan membawanya bekerja siang malam sementara suaminya mabuk-mabukan di berbagai bar. Tapi tidak ada ibu dan istri yang sempurna. Katie tidak dapat menutupi bahwa ia lebih menyayangi anak laki-lakinya dibanding anak perempuannya dan ia juga tidak menutupi bahwa saat rasa cintanya pada Johnny berangsur-angsur melemah. walaupun bukan tokoh favorit, aku ikut senang saat Katie akhirnya bisa memiliki akhir yang bahagia.

Lalu ada Neeley yang membawa sosok ayahnya dalam dirinya, namun tidak akan berakhir seperti ayahnya, aku yakin. Ia disatukan dengan Francie bukan saja dengan ikatan kakak-adik, tapi juga dengan perjuangan hidup bersama yang membuat mereka menjaga satu sama lain.

aku juga suka banget beberapa adegan disini,

  1. pas Joanna membela anak haramnya.. sedih =(
  2. pas pemilik bar nyeritain tentang Johnny
  3. pas Francie dapet bunga kelulusan dari Johnny
  4. pas Francie mengucapkan selamat tinggal pada dirinya yang dulu.

well, walaupun aku lebih suka Anne of Green Gables yang ceritanya lebih berbunga-bunga dan optimis, secara keseluruhan buku ini bagus banget dan salah satu kisah klasik wajib baca,deh..he33

dan tolong jangan skip kata pengantarnya ya. karena ulasannya bagus banget. covernya Gramedia juga bagus. saya selalu suka sih cover seri klasiknya Gramed. he3

4.2/5

Judul : A Tree Grows in Brooklyn
Penulis : Betty Smith
Tebal : 664 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s