Book: Graceling (4.2/5)

i have to admit my expectation was not so high.
sempet naksir buku ini karena ratingnya yang tinggi, tapi pas baca review orang-orang koq rasanya banyak yang ga suka ya?

Tapi karena kemaren udah dipenjemin sepupuku (ga boleh sebut merek..hehe), jadi coba aja deh beberapa halaman pertama..buat saya beberapa halaman pertama itu sangat penting walau dia tidak semenentukan ending buku. Saya percaya insting saya kalo sudah suka pada beberapa bab pertama. and usually it never let me down.

dan saya langsung jatuh cinta sama buku ini. harus diakui, sejak baca Hunger Games persepsi saya sama buku-buku lain berubah. Rasanya ga ada buku lain yang bisa menyamai efek yang diberikan Hunger Games dan ngasi rating tinggi jadi berat sekali rasanya.

tapi buku ini kembali mengingatkan saya perasaan itu (walau jelas ga bisa nyamain ) dan ini satu-satunya buku sejak Hunger Games yang bisa buat saya sampe ga tidur bacanya.

sejak baca awal buku, saya langsung suka gaya penulisan Cashore. Gayanya cantik dan tidak berlebihan. Terutama cara dia menggabarkan latar cerita.
saya lemah sama setting-setting buku ini. Kastil dan kerajaan bergaya eropa lama dan hutannya..di dalam bayangan saya kaya setingnya LoTR deh. Dan pas dia ngegambarin kastilnya Po, ya ampun..saya juga lemah sama laut.

dan tentu saja salut sama penerjemahnya yang bisa menerjemahkan sebaik ini.

keseluruhan cerita oke, walau saya berharap akan lebih dikejutkan dibuku kedua.

tokoh-tokohnya juga oke, saya suka Po.. walau ga charming-charming amat, dia tu tetep cowo impian semua wanita kan? Tau apa yang cewe mau bahkan tanpa ngomong? itu kan yang semua cewe mau? Mind reader? hahaha..tapi saya makin sayang po sejak dia b**a.

Dari semua bakat yang mungkin ada, mind reader jelas salah satu yang paling mendekati kutukan. Apalagi Po yang bisa mendengar segala hal yang orang bicarakan tentang dirinya. ah, males banget. Orang kan kadang ga bisa ngontrol apa yang ada dipikiran mereka. Kadang ada banyak hal di dunia ini yang lebih baik kita ga tau. kasian ya Po..#berpelukannn

tapi saya jelas jatuh cinta sama Katsa. Sama kaya Katniss, saya lemah sama karakter heroine yang kuat, tangguh tapi rapuh kaya gini..dan pas dia ngelindungi Bitterblue di badai salju, saya terharu sekali. Walau dia bilang ga mau punya anak, apa yang dia lakukan buat Bitterblue itu sudah keibuan sekali menurut saya..

but, sama kaya semua orang, saya juga bertanya tanya apa sebenernya motif dari gadis 18 tahun sekeras itu menolak pernikahan dan segitunya ga mau punya anak? Ya, saya tahu Katsa ga mau terikat sama apapun, apalagi kalo punya anak kan harga mati. Tapi, apa motif semua itu? dia kan ga disiksa sama ayahnya ato sama laki-laki lain. Curiga harus ngorek masa lalu pengarangnya buat tau ini..

dan entah kenapa saya suka sekali couple ini. Saya ga akan komentar deh soal adegan vulgar disini. tapi diluar itu, saya suka sekali mereka berdua.
dan jujur saya lega sekali pas tau Katsa suka sama Po karena saya udah takut jangan-jangan cewe ini punya sex orientation disorder juga. Tapi untunglah enggak..

saya agak kaget segitu gampangnya bunuh Leck. Gitu doank? lempar piso aja? lah… tapi kayanya misteri masa lalu Leck akan dilanjutin dibuku berikutnya ya? Tapi koq kayanya katsa bukan tokoh utama lagi di buku kedua dan ketiga? Huaaa…bete deh kalo ganti-ganti tokoh gini. alamat ga ngelanjutin,nih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s