Book: Cinta yang Terpendam (3.2/5)

Setelah hampir seumur hidupnya berteman dengan Darcy, Rachel sadar bahwa pertemanan mereka tidak lebih dari sekedar pertarungan siapa-yang-lebih-cepat-menusuk-dari-belakang.

Dan dalam sebagian besar pertarungan itu, Darcy lah yang menang. Yah, kapan juga sih Darcy tidak menang? Lihat dia, semua seakan jatuh kepangkuannya tanpa usaha. Kecantikan, tubuh ramping tapi kencang, pekerjaan dengan gaji 6 digit, pesta-pesta hebat, bahkan kulitnya lebih cepat coklat dari Rachel. Kalo listnya mau diteruskan, Darcy juga mendapatkan perhatian ibu Rachel dan segelintir pria yang diidamkan Rachel.

Sampai suatu hari, tibalah kesempatan Raachel untuk memenangkan pertarungan itu. Dan kali ini, hadiah yang diperebutkan adalah mahluk eksotis dengan intelegensia dan selera humor yang memikat, ditambah dengan tubuh yang…let’s say, yummmyy..bernama Dexter.

Masalahnya tidak serumit persoalan berebut cowo imut antara dua remaja SMA yang labil. (they are 30 Gosh!!!)

Dexter itu..hmm, let’s say tunangan Darcy? Pacar 7 tahunnya?

dan Rachel itu…hmm pendamping pengantinnya?

namun hanya beberapa bulan sebelum lonceng itu dibunyikan, mereka terlibat skandal yang sifatnya guilty pleasure alias salah sih, tapi gimana donk..

Jadi dimulailah permainan kucing-kucingan antara Darcy vs Dexter-Rachel.

Dan diakhir, hanya ada satu pertanyaan, siapa yang tertawa paling akhir?

——————————-

1st half of book: (i’m sorry i just have to be honest with this one)

1. Rachel

Setiap kali liat Rachel, saya kaya liat anak lima tahun yang lagi merajuk. Dia ngerebut es krim Darcy trus bilang,

“Tapi kan Darcy udah dapet coklat!!!” So what if she got the chocolate? Trus kamu berhak ngerebut es krimnya?

“tapi kan..tapi kan…hidupnya lebih bahagia!!!” So what? trus salah dia hidupnya lebih bahagia?

oh, come on Rachel, grow up!!

2. Dexter

Gimana kalo kamu ambil batu, iket kakimu di batu itu, trus tenggelemin dirimu ke laut, Dex? Sorry, saya bahkan ga inget kalo dia ganteng..

3. Darcy:  

Oh Darcy, Darcy.. what is in your eyes that make you so blind ,so shallow? Tidakkah kamu belajar di sekolah kalo semua planet ini mengelilingi matahari, bukan kamu ,girl ?

2nd half of book:

Apakah pilihanku selama ini benar?

yak, benar sekali, dari maki-maki mereka bertiga, saya malah jadi galau akhirnya..

Setelah berhenti untuk menghakimi Rachel, saya mulai bisa menikmati cerita ini dan malah terbawa semakin jauh dalam kehidupan dua gadis New York ini.

Terlepas dari skandal perselingkuhannya dengan Dexter,  Rachel banyak membuat saya berpikir tentang masa depan. Tentang pilihan-pilihan yang sudah saya buat selama ini. Tentang orang-orang yang ada disekeliling saya. Buku ini membuat kita jadi bertanya-tanya sendiri, apakah pilihan kita selama ini benar? Aku yakin hampir sebagian besar dari kita pernah berhenti sejenak tiba-tiba dan bertanya, apa yang sebenarnya aku lakukan?

Sebagian besar kita membuat pilihan didasarkan oleh rasa aman. Semakin tua, cara berpikir kita mulai menandai wilayahnya sendiri.

“Pilih ini, lebih aman.”

“Jangan pilih itu, terlalu beresiko.” dsb dsb..

Pilihan aman biasanya akan membuat kita terlihat baik, paling tidak secara permukaan. Namun sayang sekali bersamaan dengan hal itu, kadang kita harus mengubur dalam-dalam hasrat terbesar kita.
dan suatu saat dimasa depan, saat rambut sudah memutih, kita akan terkenang masa itu, dan bertanya, ” what if..”

apa yang lebih menyakitkan dari itu?

My dad always says,  “Life is a choice, no matter what choice you make, there are always consequences . Try to choose the one that you can bear.”

Saya cukup bisa mengerti Rachel pada akhirnya, walau masih tidak bisa membenarkan tindakannya.  Saya mengerti kalau Rachel terombang-ambing antara menjadi sahabat yang baik atau berjuang untuk mendapatkan apa yang membuatnya bahagia.

Saya mengerti Rachel tidak bisa meninggalkan Darcy karena ada satu bagian dalam dirinya yang menginginkan Darcy berubah. Dia masih ingin percaya bahwa Darcy adalah sahabat sejatinya.

Tapi,seharusnya 30 tahun waktu yang cuku lama untuk menyadari bahwa Darcy tidak membutuhkan sahabat baik.

Dia membutuhkan pengikut.

Seseorang yang selalu ada setaraf dibawahnya, Sehingga dia bisa menjadi ratu di kelompok yang dibentuknya sendiri.

Saya juga mengerti kalau Rachel begitu tidak percaya dirinya hingga dia merasa butuh sesuatu yang membuktikannya memiliki kelebihan dibanding Darcy.

Untuk kasus Dex, sayangnya saya tidak terlalu berhasil berempati.

Saya mengerti dia mungkin merasa tertekan dengan semua tuntutan Darcy. Tapi, Hello mister, cheating with her best friend will not make it easier, okay?
tolong jangan bilang saya tidak sudah mencoba mengerti Dex..

And Darcy. Oh Darcy, Darcy..

I know that you don’t deserve any of this, no matter how much annoying, selfish and hateable you are. Tapi, perbuatanmu berikutnya hanya menunjukkan kalo kamu memang pantas mendapatkan semuanya.. Karma always slap on face . and yes, it hurts..

Oh Darcy, Darcy..maybe tears from this problem can clean your eyes, so you will understand that you’re not the queen of the world? That you’re not always in the highest place of food chain?

Sebenernya akhirnya sendiri tidak terlalu mengejutkan. Dari awal saya sudah merasa kalau sang pengarang agak terlalu sayang dengan Rachel. Dia berusaha membuat apapun yang dibuat Rachel, walau jelas-jelas salah apapun alasannya, kelihatan baik. Dia seakan berusaha meyakinkan pembaca kalo “Rachel berhak melakukan semuanya itu dan see? Darcy itu memang bitch and she deserved it.”

Okay, Emily, you’re the writer, you win.

Tapi hati saya agak sakit saat mereka berdua bermalam bersama di apartemen Rachel.  Saya tahu mereka berdua sangat tulus saat itu. Sedih sekali melihat dua orang sahabat tumbuh tapi ternyata ke arah yang berbeda. Bagaimana kedua gadis kecil yang ada dalam memori Rachel dan Darcy sudah kehilangan sesuatu dalam persahabatan mereka.

Selama ini saya selalu baca buku anak-anak dan fantasy, dimana semua persahabatan selalu berjalan beriringan dengan ketulusan dan kesetiaan. Yah, sayangnya realita ga begitu,kan?

Ahhh, akhirnya buku ini malah sukses bikin saya galau menghadapi umur 30 haha..yah masih ada beberapa tahun lagi untuk bersenang-senang sebelum saatnya panik seperti Rachel..hoho

Spoilerrr!! (because yes, i love spoiler!):

Hey, i hear the second book is about Darcy and Ethan (ahh, saya suka banget sama Ethan!!)  what a twist! sepertinya yang kedua bakal asik nih. mungkin kalo sempet saya akan baca deh Something Blue. (rasanya udah diterbitin Esensi juga deh..)

in the end, i’ll give it 3.2/5 :

It’s nice. I detected coolness here.

Yak selesai juga reviewnya!! utangku lunas donk, Oky? hehehe..

Thank you so much Oky and penerbit Esensi (website * goodreads) atas bukunya..Sering-sering yaa ngasih buku gratis..hehehe =))

10 thoughts on “Book: Cinta yang Terpendam (3.2/5)

  1. okeyzz berkata:

    Heiii.. I love ethan too! Aku cuma nonton filmnya aja sih itu pun uda mencak2 mau banting TV (lah kenapa TVnya yg di banting).saking keselnya sama Rachel-Darcy-Dexter. Bahkan endingnya pun masih, uuurrrrgh ga suka. Emely pinter ya bikin karakter yg nyebelin *usep keringet*

    Aaaanndd thank you for reviewing this book! Hutangnya lunas! Hehe. Akhir tahun 2013 ikutan lagi yaaa ^^

  2. Tika berkata:

    Sama, aku juga nggak suka sama Rachel, Darcy, sama Dexter -___-
    Apa-apaan mereka bertiga?? Bikin emosi aja. Aku suka sama Ethan dan Hillary. Hohoo

    Nice review🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s